Jumat, 19 Februari 2010

MALIOBORO

MALIOBORO

Malioboro ImageKeramaian dan semaraknya Malioboro juga tidak terlepas dari banyaknya pedagang kaki lima yang berjajar sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semuanya yang ditawarkan adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan. Mereka berdagang kerajinan rakyat khas Jogjakarta, antara lain kerajinan ayaman rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu, sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya. Para pedagang kaki lima ini ada yang menggelar dagangannya diatas meja, gerobak adapula yang hanya menggelar plastik di lantai. Sehingga saat pengunjung Malioboro cukup ramai saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan bagi para pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri.

Ujung jalan Malioboro yang satu terhubung dengan jalan Mangkubumi dan dibatasi oleh stasiun kereta api Tugu dan ujung satunya lagi terhubung dengan jalan A.Yani. Dalam areal kawasan Malioboro dan sekitarnya banyak lokasi lain yang dapat dikunjungi misalnya Siti Inggil Keraton Jogjakarta, pasar Beringhardjo, benteng Vredeburg, Gedong Senisono, Museum Sono Budoyo dan lainnya. Saat ini Malioboro bisa dikatakan sebagai jantung keramaian kota Jogja, karena banyaknya pedagang dan pengunjung yang berlalu lalang. Kawasan yang sangat ramai baik di dua sisi jalan yang berkoridor maupun pada jalan kendaraan walau satu arah dari jalan Mangkubumi akan tetapi berbagai jenis kendaraan melaju dan memenuhi di jalan tersebut dan tidak heran kalau terjadi kemacetan. Dari kendaraan tradisional seperti becak, dokar/andong/delman, sepeda, gerobak maupun kendaraan bermesin seperti mobil, taxi, bis kota, angkutan umum, sepeda motor dan lainny

>Kawasan Malioboro sebagai salah satu kawasan wisata belanja andalan kota Jogja, ini didukung oleh adanya pertokoan, rumah makan, pusat perbelanjaan, dan tak ketinggalan para pedagang kaki limanya. Untuk pertokoan, pusat perbelanjaan dan rumah makan yang ada sebenarnya sama seperti pusat bisnis dan belanja di kota-kota besar lainnya, yang disemarakan dengan nama-merk besar dan ada juga nama-nama lokal. Barang yang diperdagangkan dari barang import maupun lokal, dari kebutuhan sehari-hari sampai dengan barang elektronika, mebel dan lain sebagainya. Juga menyediakan aneka kerajinan, misal batik, wayang, ayaman, tas dan lain sebagainya. Terdapat pula tempat penukaran mata uang asing, bank, hotel bintang lima hingga tipe melati.

Namun jangan ketinggalan untuk menelusuri jalan Malioboro yang sudah sangat terkenal tersebut. Bisa dengan berjalan kaki dari ujung ke ujung pada dua sisi jalan, atau dengan ‘dokar’ [delman/andong] dan becak khas Jogja. Di siang hari kawasan Malioboro sangat ramai pengunjung baik warga maupun wisatawan, terlebih lagi bila musim liburan sekolah tiba atau ada hari libur nasional yang cukup panjang. Sebenarnya jalan Malioboro dari ujung ke ujung hanya berjarak lebih dari satu kilometer saja, dan pada dua sisinya banyak sekali toko, kantor, rumah makan dan mall serta pusat perbelanjaan, menariknya lagi banyak sekali pedagang kaki lima yang berjajar dibawah koridor jalan yang memayungi dari terik panas matahari maupun hujan. Keramian ini dimulai sejak pagi hingga sembilan malam saat pusat perbelanjaan pada tutup, namun denyut kehidupan kawasan Malioboro tidak pernah berhenti karena sudah siap warung-warung lesehan menggelar dagangannya.

Untuk bermalam di sekitar Malioboro juga mudah didapat penginapan dari tipe melati hingga hotel bintang lima. Para wisatawan tidak akan kuatir untuk dapat menikmati pula hari-hari liburannya di kota Jogja hingga larut malam sekalipun. Mereka dapat menikmati hidangan-hidangan di warung lesehan di sepanjang jalan Malioboro, makanan yang disediakan dan ditawarkan dari jenis makanan khas Jogja yaitu nasi gudeg dan ayam goreng dan juga makanan Padang, ChinesseFood dan lain sebagainya. Saat menikmati hidangan yang disajikan akan dihibur oleh musik dari pedagang dan pengamen jalanan yang cukup banyak dari yang hanya sekedar bawa gitar adapula yang membawa peralatan musik lengkap.

Ada sebuah perhatian khusus bagi wisatawan yang hendak menikmati warung lesehan yaitu menanyakan dulu harga makanan yang hendak dipesan sebelum ada sebuah tagihan yang kurang berkenan dihati, sampai-sampai hal ini menjadi perhatian khusus dari pemerintah daerah yaitu dengan menggantung papan di kawasan Malioboro dengan tulisan “Mintalah daftar harga sebelum anda memesan”. Carilah warung makan yang dianggap wajar dalam memberi harga dari sebuah hidangan makan dan minuman yang disajikan, memang perbuatan menaikan tarif yang tidak wajar ini sangat menurunkan citra warung lesehan yang ada di kawasan Malioboro. Sangat disayangkan kalau para wisatawan berkunjung ke Jogjakarta dan sekitarnya serta khususnya kawasan Malioboro ini hanya satu hari berkunjung. Inilah menyebabkan banyak wisatawan domestik maupun asing menghabiskan semua waktu liburnya yang cukup panjang hanya untuk kunjungan wisata ke Jogja dan sekitarnya.

pariwisata di lombok



Tempat Wisata di Lombok

NTB atau Bumi Gora merupakan provinsi yang memiliki dua pulau yaitu Sumbawa dan Lombok. Menurut sebagian orang yang pernah berwisata ke NTB, Lombok jauh dianggap lebih indah, eksotik dan menawarkan lebih banyak pilihan dibandingkan Sumbawa. Terutama dengan keindahan kawasan pantainya yang sudah dikenal hingga ke belahan Benua Eropa.

Pesona Lombok memang tak ada habisnya. Beragam tempat wisata dan atraksi budayanya yang dapat dinikmati. Wisatawan tinggal pilih, mau berwisata sejarah, berwisata pantai atau pun berwisata belanja.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selain daerah agraris juga dikenal dengan kepariwisataannya. Bahkan pemerintah daerah setempat pada tahun ini menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara, minimal 13 persen dibandingkan tahun lalu.

Pulau Lombok memiliki magnet tersendiri bagi para pelancong yang ingn menikmati nuansa wisata yang berbeda. Terutama gili-gili (pulau kecil) yang menjadi primadona bagi pecinta wisata bahari.

Lombok dengan luas sekitar 4.700 Km2 dihuni 2.625 jiwa yang mayoritas Suku Sasak. Alam dan budayanya menawarkan tempat-tempat wisata, yang bisa masuk daftar kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sekalipun.

Lombok dikenal memiliki kekayaan wisata pantai, sebut saja Senggigi yang sudah tersohor luas. Letaknya strategis hanya butuh perjalanan 15 menit dari kota Mataram dengan menggunakan kendaraan mobil. Kawasan pantai Senggigi sejak tahun 1980 sudah diperkenalkan kepariwisataannya, dan menjadi ikon pariwisata di NTB. Saat ini, puluhan hotel mulai dari kelas bintang 3 sampai 5 memadati kawasan ini dari selatan hingga utara.

Pantai Senggigi

Banyak wisatawan lebih memilih menghabiskan waktu sore hari dengan duduk di pantai berpasir putih sambil menikmati indahnya mentari tenggelam (sunset). Kalau Bali memiliki Pantai Kuta, Sanur, Legian, maka Lombok punya Pantai Senggigi yang asri dan nyaman. Kendati didapati hotel dan galeri, wisatawan masih bisa melihat nelayan dengan kapal cadiknya yang hendak melaut mencari ikan setiap hari.

Pantai Senggigi, yang terletak di sebelah utara Bangsal, merupakan pantai yang paling populer dan sudah terkenal akan keindahannya. Pantai yang terletak 12 kilometer dari sebelah barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok ini, terbentang hampir sepanjang 10 km dengan hamparan pasir putih yang seolah menggoda Anda untuk duduk diatasnya dan untuk sejenak melupakan segala rutinitas hidup Anda, kepadatan lalu lintas kota, dan menghirup udara segar dengan menikmati pemandangan air laut yang berwarna biru gradasi hijau serta menikmati indahnya matahari terbenam di pantai Senggigi.

Umumnya wisatawan krtika berada di Senggigi menyempatkan diri untuk mengunjungi Pura Batu Bolong, 3 Km dari sentral keramaian Senggigi.

Batu Bolong merupakan pura bagian yang dimiliki umat Hindu di Lombok dan sudah cukup lama dibuka bagi wisatawan.
Selain menjadi pusat home stay wisatawan mancanegara dan nusantara, pantainya masih ali dan bisa dijadikan tempat rekreasi yang menyenangkan. Untuk itu, Pemda Kabupaten Lombok Barat setiap pertengahan tahunnya menjadwalkan penyelengaraan Festival Senggigi. Tidak jarang kekayaan atraksi budaya yang dipentaskan selama sepekan bisa membuat wisatawan ingin menikmatinya.

Selain keindahan alam pesisirnya. Pantai Senggigi juga menawarkan ciri khas lain dari Lombok melalui berbagai cendera matanya. Tepatnya di Jalan Raya Senggigi Km 7 terdapat pusat perbelanjaan berbagal cendera mata Lombok di Pasar Seni Senggigi (Art Market Senggigi).

Ikhwal awal didirikannya Pasar Seni Senggigi karena letaknya yang berdekatan dengan kawasan Pantai Senggigi. Karena itu Pemprov NTB berharap kedepannya tempat ini menjadi surga belanja bagi para wisatawan yang berwisata di Lombok.

Tempat Menginap
Di sekitar Pantai Senggigi banyak terdapat penginapan yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari hotel berbintang, resor, hotel melati hingga pemondokan. Beberapa tempat menginap yang dapat dijadikan alternative adalah Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage, dan lain-lain.

Tempat Bersantap
Di sepanjang pinggir pantai, berjejer restoran-restoran yang menyediakan berbagai jenis hidangan khas Lombok dan jenis hidangan lainnya. Selama berada di Lombok, jangan lupa untuk mencicipi Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung.

Berkeliling
Jika Anda ingin mengelilingi pantai Senggigi namun tidak ingin cepat lelah, Anda bisa menaiki cidomo ” angkutan khas NTB yang ditarik oleh seekor kuda. Atau Anda juga dapat mengelilingi pantai dengan berjalan kaki.

Buah Tangan
Di sepanjang jalur pantai Senggigi, banyak terdapat toko cinderamata yang menawarkan barang-barang kerajinan khas Lombok seperti lukisan, kerajinan tangan, kain tenun Lombok, perhiasan mutiara dan lain-lain.

Batu Bolong

Batu Bolong merupakan sebuah tempat wisata dekat pantai. Di sana terdapat sebuah batu yang berlubang cukup besar di bagian tengahnya. Di sini terdapat juga sebuah pura yang berdiri di atas batu karang. Pura ini berhadapan dengan selat Lombok dan Gunung Agung Bali. Upacara-upacara keagamaan diselenggarakan oleh masyarakat yang beragama Hindu dan dari tempat ini pengunjung dapat menikmati matahari terbenam.

Gili Trawangan

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau atau gili (Kepulauan Gili) yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Diantara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai Tîr na Nôg mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.

Trawangan punya nuansa “pesta” lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat dimana para wisatawan bisa belajar berkuda mengelilingi pulau.

Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke- dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Gili Meno

Gili Meno adalah salah satu dari 3 pulau kecil yang berada dikawasan wisata.Letaknya diantara gili trawangan dan gili air.Dari mataram sekitar 45 menit perjalanan menempuh kawasan wisata senggigi yang berlatarkan pemandangan pantai yang menakjubkan atau pun melalui kawasan wisata hutan monyet pusuk dengan ditemani hutan lindung yang lebat.Disini terdapat taman burung yang mempunyai koleksi burung-burung langka dari indonesia dan mancanegara.Pasirnya putih dan masih alami sangat cocok untuk dijadikan tempat berlibur keluarga.

Gili Air

Pulau Gili Air adalah pulau yg terdekat dengan daratan pulau Lombok, Pulau ini juga memiliki pantai yg sangat putih dan hamparan terumbu karangnya.

Diantara ketiga pulau pulau di bagian utara pulau Lombok, Gili Air lah yg memiliki kampung terbesar. Di pulau ini juga terdapat berbagai macam aneka hotel dari bintang hingga kelas melati juga restoran yg menyediakan berbagai macam makanan mulai dari makanan khas Lombok hingga makanan Eropa.

Taman Suranadi

Taman Suranadi merupakan salah satu pura suci di Pulau Lombok. Ada beberapa mata air serta ikan tuna yang hidup di kolam yang dianggap suci dan tidak boleh ditangkap. Di samping itu Suranadi merupakan hutan wisata, udaranya sejuk dan dihuni berbagai jenis burung yang dapat menjadi objek pengamatan. Taman Suranadi terletak 13 km sebelah timur Kota Mataram.

Kehidupan tradisional masyarakat Lombok dengan mengunjungi Desa Karang Bayan desa asli suku Sasak dan Desa Nyiur Baya yang merupakan desanya para pembuat kerajinan tangan. Serta melewati perkampungan para petani dan persawahan kita menuju Suranadi menikmati kehijauan dan rimbunya hutan lindung yang ada disini atau jelajahi keindahan hutan ini dengan mngendarai gajah.

Sesaot

Sekitar 5 Km di utara Suranadi terdapat Sesaot , merupakan kota pasar yang berada di tepi hutan. Di tempat ini terdapat sebuah lokasi wisata di mana pengunjung dapat berenang di sungai yang berada di dekatnya. Sungai ini dianggap sebagai salah satu sungai suci di Lombok karena airnya yang dingin berasal dari Gunung Rinjani yang dipercaya sebagai tempat bermukimnya para dewa. Untuk mencapai tempat ini pengunjung dapat menumpang angkutan umum dari Narmada.

Gunung Rinjani

Gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggera Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.

Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur , Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat Kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m.

Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut. Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (Gunung Baru Jari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir meletus pada tahun 2004.

Danau Segara Anak

Danau Segara Anak dapat ditempuh melalui dua jalur, dari Senaru Lombok Barat dan Sembalun Lombok Timur. Jalan mendaki dapat diawali dari Pesugulan 78 km dari Mataram. Di sini juga terdapat tempat-tempat indah untuk berkemah terutama di tepi danau Segara Anak.

Sendang Gile

Sendang Gile ini terletak kurang lebih 80 km dari Mataram, merupakan tempat perhentian sebelum mendaki gunung Rinjani. Di kawasan ini terdapat air terjun yang sangat indah dengan pemandangan yang alami serta air yang dingin. Tak jauh dari tempat ini terdapat juga air terjun Tiu Pepe yang sangat indah dan di tempat ini bisa berendam dan berenang.

Tetebatu

Tetebatu yang terletak di kaki selatan Gunung Rinjani ini adalah tempat yang indah dengan suasana alam pegunungan yang sangat menyenangkan. Wisatawan yang ingin mengunjungi wilayah Lombok Tengah dapat menjadikan Tetebatu sebagai basis atau pangkalan sebelum melanjutkan perjalanan mengeksplorasi wilayah Lombok Tengah.

Dari Tetebatu wisatawan dapat menyewa kendaraan (motor/mobil) untuk mengelilingi wilayah di sekitarnya. Panorama di kawasan Tetebatu sangat indah; dari tempat ini terbentang pemandangan ke arah selatan Pulau Lombok, panorama Gunung Rinjani di utara dan pemandangan laut ke arah timur. Tetebatu merupakan tempat yang sempurna untuk beristirahat bagi mereka yang menyukai suasana alam pegunungan.

Kawasan Tetebatu juga menjadi titik awal untuk memulai kegiatan hiking mengunjungi dua air terjun yaitu Air Terjun Jukut yang terletak di timur laut dan Air Terjun Joben yang terletak di barat laut Tetebatu. Kedua air terjun ini berada di lereng selatan Gunung Rinjani. Tidak ada angkutan umum yang tersedia untuk mengunjungi kedua lokasi ini sehingga pengunjung harus membawa kendaraan sendiri atau berjalan kaki selama satu setengah jam dari Tetebatu.

Berada di bagian Timur Lombok, menghamparkan pemandangan alam yang begitu indah, dan pada Tour ini kita akan mengunjungi Desa Sukarara, sebuah desa yang menjadi pusat KerajinanTenun kain dan Double Ikat asli suku Sasak, dan mengunjungi Desa Beleka, desa yag terkenal dengan kerajinan anyaman Rotan dan Ketaq (sejenis ilalang sekelas rotan) serta tak lupa singgah di Desa loyok yang terkenal dengan kerajinan bambu khususnya berbentuk bakul dan keranjang.

Dan ahirnya kita akan langsung menuju Tete Batu yang berada dilereng Gunung Rinjani yang akan mempesona kita dengan pemandangan pegununganya.

Dan sebagai ahir kunjungan kita adalah Otak Kokok, sebuah Air terjun, yang oleh orang setempat dipercayai memiliki kekuatan therapis yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Pantai Kuta

Tempat wisata di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Pantai dengan pasir berwarna putih ini terletak sebuah desa bernama Desa Kuta. Desa Kuta mulai menjadi tempat tujuan wisata yang menarik di Indonesia sejak didirikannya banyak hotel-hotel baru. Selain keindahan alam yang dapat dinikmati di desa ini, satu kali dalam setahun diadakan upacara adapt sasak di desa ini. Ini adalah upacara Bau Nyale Dalam upacara ini para pelaut mencari cacing Nyale di laut.

Menurut legenda, dahulu ada seorang putri, bernama Putri Mandalika, yang sangat cantik, banyak pangeran dan pemuda yang ingin menikah dengannya. Karena ia tidak dapat mengambil keputusan, maka ia terjun ke air laut. Ia berjanji sebelumnya bahwa ia akan datang kembali satu kali dalam setahun. Rambutnya yang panjang kemudian menjadi cacing Nyale tersebut.

Pemandangan Kawah/Gunung Tangkubang perahu


Menikmati pemandangan Kawah Ratu dari Gunung Tangkuban Perahu, laksana melihat mangkuk raksasa yang sangat besar dan dalam. Saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah demikian juga dasar kawah dapat terlihat cukup jelas sehingga mampu menyajikan pemandangan panoramic yang spektakuler. Kemegahan kawah yang begitu luas dan dalam, setidaknya mampu memaksa pengunjung untuk sejenak terdiam dan takjub akan kebesaran hasil karya Tuhan.

Berada di ketinggian 1860 meter, tepatnya didaerah Lembang, Kabupaten Bandung - Jawa Barat, objek wisata Tangkuban Perahu memang menjadi salah satu andalan pendapatan daerah setempat. Dengan harga tiket masuk 8000 rupiah perorang dengan rata-rata jumlah pengunjung mencapai 500 orang setidaknya mampu meraup pendapatan sekitar 3 juta rupiah perhari diluar pemasukan dari biaya masuk untuk kendaraan pribadi maupun bis wisata. Belum lagi pendapatan yang diperoleh secara tidak langsung dari transaksi jual beli makanan maupun cindera mata yang ada disekitar lokasi itu, yang tentunya juga ikut menyumbang dalam jumlah yang tidak sedikit bagi kas pendapatan daerah.








[navigasi.net] Gunung/Kawah - Tangkuban Perahu
Pepohonan yang tumbuh lebat pada jalan setapak di tebing pemisah antara Kawah Ratu dan Kawah Upas


Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau jawa. Beberapa kali gunung ini tercatat pernah meletus, mengeluarka isi perutnya sehingga menghasilkan sembilan kawah yang tersebar di berbagai tempat di puncak gunung tersebut. Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di lokasi ini, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah ratu dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 25 menit menempuh jarak sekitar +/- 1500 meter dari pos pengamat, mengitari tepi Kawah Ratu, berlawanan arah jarum jam.

Kawah Upas memiliki dasar kawah yang dangkal dan datar, dengan pepohonan liar tampak banyak tumbuh di salah satu sisi dasar kawah. Mungkin dikarenakan dangkal dan tidak terlalu luas, disamping juga harus ditempuh dengan jalan kaki terlebih dahulu, (berbeda dengan Kawah Ratu dimana mobil pribadi bisa parkir tepat di bibir kawah), Kawah upas jarang dikunjungi wisatawan. Pemandangan yang disajikan pada Kawah Upas ini cenderung "biasa-biasa" saja, namun dimungkinkan untuk menikmati pemandangan Kawah Ratu dari sisi yang berbeda, mengingat bibir Kawah Ratu dan Kawah Upas menyatu dalam bentuk satu jalur pendakian, dengan Kawah Ratu pada sisi kiri dan Kawah Upas pada sisi kanan.








[navigasi.net] Gunung/Kawah - Tangkuban Perahu
Panoramic view dari Gunung Tangkuban Perahu. Tampak dalam foto adalah Kawah Ratu yang merupakan kawah utama di objek wisata ini


Disebagian bibir Kawah Ratu, banyak sekali pedagang dan kios-kios yang siap menjual cinderamata, makanan atau minuman. Berbagai cinderamata mulai dari baju, selendang, topi, gelang/cincin, batu alam, tanaman bonsai, alat musik (angklung) hingga senjata tajam khas daerah Jawa Barat turut dijual di lokasi ini. Kedai makanan dan minuman juga tampak berderet siap melayani pembeli. Belum lagi penjual buah-buahan strawbery dan murbei yang hilir mudik menawarkan dagangannya kesetip pengunjung yang merkea jumpai. Kerajinan tangan berupa tas dan topi dari bulu (kelinci ?) tampak sangat diminati dikarenakan kelembutan bulu-nyasaat disentuh. Bagi pengunjung yang lelah, terutama anak kecil, tersedia pula kuda yang siap mengantar dan melayani pengunjung yang ingin menikmati keindahan Tangkuban Perahu dengan mengendari kuda.








[navigasi.net] Gunung/Kawah - Tangkuban Perahu
Pemandangan Kawah Ratu dilihat dari sisi tebing pemisah antara Kawah Ratu dengan Kawah Upas


Fasiltas umum seperti toilet dan tempat ibadah (mushola) juga tersedia dilokasi ini, demikian juga pusat informasi wisata yang siap memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh wisatawan seputar wisata di Bandung dan sekitarnya secara gratis. Nampaknya pemda setempat memang cukup serius mengelola objek wisata ini, berbagai fasilitas telah tersedia meskipun masih perlu ditingkatkan lagi terutama fasilitas toiletnya.


Pariwiasata diToba Samosir


  • Air terjun Sigura-gura terkenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air dan sebagai Arena Arung Jeram Tingkat Internasional.
  • Pusat Perbelanjaan Nasional. Kelihatannya seperti sederetan Rumah Tradisional, terletak di pusat Balige. Gedung perbelanjaannya dihias dengan ornamen dan arsitek Batak.
  • Pantai Ajibata. Ajibata dikenal dengan pantai dan suatu tempat yang sangat penting sebagai pintu gerbang dan daerah transit jika kita ingin ke Samosir melalui ferri atau kapal. Perjalanan Ajibata – Samosir membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
  • Tomok adalah gerbang bagian Timur dari Pulau Samosir. Atraksi-atraksi dan objek wisata yang menarik perhatian wisatawan Nusantara maupun Mancanegara seperti : Sigale-gale, Makam Raja Sidabutar, Batu Kursi, Rumah Tradisional Siallagan, Pertunjukan Tari Tradisional.
  • Makam Sisingamangaraja di Pagar Batu Balige. Orang Batak telah mengambil bagian dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Sisingamangaraja adalah salah satu pahlawan tanah Batak.
  • Pusuk Buhit mempunyai nilai kebudayaan yang tinggi khususnya bagi orang Batak. Dengan ketinggian 4000m dari permukaan air, diyakini bahwa tempat ini adalah pemukiman nenek moyang orang Batak yang diturunkan dari langit oleh “Mula Jadi Nabolon” (Tuhan Yang Maha Esa). Nenek moyang orang Batak (Siraja Batak adalah manusia yang pertama kali diturunkan di Pusuk Buhit) dan dari sanalah menyebar ke seluruh dunia, oleh karena itu dianggap sebagai tempat asal mula orang batak. Pegunungan dan panorama yang menarik menambah keindahan pemandangan. Bediri pada Puncak Pusuk Buhit, kita akan dapat menikmati pemandangan di kaki Pusuk Buhit yang dikenal sebagai Tempat Asal Usul Orang Batak. Di kaki Pusuk Buhit telah dibangun Rumah Tradisional untuk mengingatkan kita akan nilai-nilai sejarah budaya Batak.
  • Pulau Tulas. Menaiki Gunung Pusuk Buhit atau bepergian melalui kapal, kita dapat melihat sebuah pulau kecil yang belum disentuh oleh manusia dan dinamakan Pulau Tulas yang berada di sebelah barat Kota Pangururan.
  • Pemandian Air Panas Pangururan terletak pada kaki Pusuk Buhit yang bersumber dari kaki gunung. Airnya mengandung belerang dan panas sehingga diakui kemampuannya dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kulit.
  • Museum Balige dan Arjuna (berada di Laguboti).
  • Dolok Tolong adalah sebuah gunung terkenal di Balige. Menurut sejarahnya Puncak gunung Dolok Tolong ini digunakan Pahlawan Sisingamangaraja sebagai tempat peristirahatan selama perjuangannya melawan kolonial Belanda.
  • Rumah Budaya Jangga Dolok. Daerah pemukiman rumah batak yang disertai dengan Ornamen Batak Asli Tradisional dapat dijumpai di Jangga Dolok sekitar 38 km dari kota Balige. Rumah Tua Jangga Dolok berumur sekitar 200 tahun telah dihuni oleh 8 generasi sampai sekarang. Disamping itu kita akan mendapatkan bermacam corak dan warna Ulos/sejenis pakaian adat hasil buatan tangan, kita dapat melihat penduduk setempat membuat / menenun Ulos. Jangga Dolok berdekatan dengan lahan Pertanaian Padi, Kopi, Jagung dan Jahe serta Peternakan.
  • Taman Eden 100. Perjalanan 30 menit dari kota Balige kita akan menjumpai Kecamatan Lumban Julu, suatu daerah yang penuh dengan kekayaan alam yang terdapat pada lokasi wisata di Taman Eden 100. Taman Eden 100 mempunyai 100 jenis pohon buah-buahan yang bisa dikonsumsi oleh manusia. Tempat wisata ini digolongkan kepada Agro dan Eko Wisata. Disamping terdapat 100 jenis pohon buah-buahan, juga terdapat tempat menarik lainnya seperti : Panjat Gunung, Air Terjun Tingkat 7 (tujuh), Rumah Tarzan, Goa Kelelawar, Harimau dan bermacam-macam jenis Anggrek yang belum diketahui jenisnya dan tersedia juga tempat untuk Camping
  • Gua Sangkal ini digunakan sebagai tempat menganyam tikar, khususnya pada malam hari. Tempat ini sudah tidak asing lagi bagi para wisatawan.
  • Pulau Tao adalah sebuah pulau kecil yang membutuhkan 5 menit perjalanan dari desa Simanindo, pulau ini sudah mempunyai restoran,rest house, penginapan dan sangat cocok untuk tempat istirahat, pulau ini ditawarkan sebagai tempat berinvestasi.
  • Tuktuk Siadong juga dianggap sebagai rumah bagi wisatawan, segala pelayanan untuk wisatawan dapat dipenuhi dimana-mana, sperti : Hotel, Restoran, Diskotik, Night Club. Tuktuk Siadong dapat dicapai dengan menyeberangi Danau Toba dari Tiga Raja atau Ajibata melalui ferri atau kapal. Penyeberangan dapat dilaksanakan setiap jam dan kegiatan masyarakat sehari-harinya berhubungan dengan kepariwisataan seperti menjual souvenir-souvenir di tempat objek wisata.

Dari berbagai Sumber
Photo: Monang Naipospos